Journalinti – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Muara Enim periode 2025-2030 resmi dilantik di Hotel Griya Sintesa Muara Enim, Selasa (7/7/2026).
Pelantikan tersebut menjadi momentum penguatan komitmen organisasi profesi perawat dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus mempererat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim.
Ketua DPD PPNI Kabupaten Muara Enim Eko Mahansen, S.Kep., mengatakan, PPNI Muara Enim saat ini memiliki sebanyak 1.637 anggota, mulai dari lulusan Diploma III (DIII) hingga Strata 2 (S2).
“Seluruh anggota siap mendukung program pembangunan kesehatan di Kabupaten Muara Enim,” ujar Eko.
Eko mengatakan, kepengurusan periode ini mengusung visi dan misi SIP (Sistematis, Integrasi, dan Profesionalisme) sebagai pedoman dalam menjalankan organisasi.
“Sistematis berarti pembenahan administrasi, kepengurusan, kesekretariatan hingga kaderisasi organisasi. Integrasi berarti PPNI harus terhubung dan bersinergi, baik secara internal maupun eksternal,” katanya.
Sedangkan, profesionalisme diwujudkan melalui peningkatan pendidikan, keterampilan, dan kompetensi perawat sehingga mampu mendukung pembangunan kesehatan di Kabupaten Muara Enim.
Sementara itu, Ketua DPW PPNI Sumatera Selatan H. Subhan, S.Kep., S.K.M., M.Kes., M.Si. mengajak seluruh perawat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat
Menurutnya, seorang perawat dituntut memiliki kemampuan kognitif, keterampilan, serta sikap yang baik dalam melayani pasien.
“Yang paling penting ketika melayani pasien adalah senyum, ramah, dan santun. Itulah pelayanan yang harus kita berikan,” katanya.
Subhan juga menyoroti masih adanya keluhan masyarakat terhadap pelayanan tenaga kesehatan yang beredar di media sosial. Karena itu, ia meminta seluruh anggota PPNI terus meningkatkan kompetensi agar mampu memberikan edukasi kepada pasien sekaligus meminimalkan potensi komplain.
“Apapun persoalan di rumah, ketika sudah menjalankan profesi, fokuslah pada pekerjaan. Tingkatkan keterampilan, profesionalisme, dan attitude agar kualitas pelayanan terus meningkat,” tegasnya.
Selain itu, DPW PPNI Sumsel juga berharap kesejahteraan para perawat, baik yang berstatus PNS maupun PPPK penuh waktu dan paruh waktu, dapat terus diperhatikan.
Pada kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Muara Enim Ir. Hj. Sumarni, M.Si. menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan estafet kepemimpinan dalam memperkuat komitmen tenaga kesehatan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Hari ini juga telah dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PPNI dan Pemerintah Kabupaten Muara Enim. Ini menjadi bukti bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, tetapi membutuhkan peran organisasi profesi, khususnya para perawat,” ujarnya.
Sumarni menjelaskan, Pemkab Muara Enim berkomitmen mengalokasikan lebih dari 20 persen anggaran untuk sektor kesehatan. Komitmen tersebut diperkuat dengan keberhasilan Kabupaten Muara Enim meraih status Universal Healthy Coverage (UHC) sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan secara gratis sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, berbagai inovasi pelayanan kesehatan yang telah dijalankan, seperti mobil layanan kesehatan keliling yang menjangkau 22 kecamatan serta Mobil Medical Check Up (MCU) milik RSUD Rabain yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat hingga ke desa-desa bersama dokter spesialis.
“Ini menunjukkan keseriusan kita dalam memberikan pelayanan kesehatan yang merata kepada masyarakat. Mudah-mudahan pelayanan kesehatan di Muara Enim menjadi yang terbaik di Sumatera Selatan,” katanya.
Plt Bupati juga mengingatkan para perawat agar selalu mengedepankan keramahan dalam memberikan pelayanan kepada pasien.
“Pastikan pasien disambut dengan senyum dan sapa. Jangan sampai masyarakat yang datang berobat justru merasa tidak nyaman karena pelayanan yang kurang ramah,” pesannya.
Selain pelayanan, ia juga meminta seluruh fasilitas kesehatan menjaga kebersihan lingkungan rumah sakit maupun puskesmas agar masyarakat merasa nyaman saat memperoleh layanan kesehatan.
Di akhir sambutannya, Sumarni mendorong kepengurusan PPNI yang baru untuk menggerakkan program cek lingkungan (cekling) hingga ke tingkat masyarakat paling bawah sebagai bagian dari upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, menekan angka stunting, serta menurunkan angka kematian ibu dan bayi.
Ia juga memastikan Pemkab Muara Enim terus membuka kesempatan bagi tenaga kesehatan, termasuk para perawat, untuk melanjutkan pendidikan melalui program beasiswa.
“Jangan pernah berpuas diri. Terus tingkatkan kompetensi, jaga kode etik profesi, dan manfaatkan kesempatan melanjutkan pendidikan yang telah disediakan pemerintah daerah,” pungkasnya. (*)










