Sultan Muda Sumsel Tembus 10.951 Peserta, Herman Deru Perkuat Kolaborasi dengan OJK

Journalinti – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus memperkuat sinergi dengan berbagai lembaga strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satu langkah yang dilakukan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru adalah berkantor sehari di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Selatan, Kamis (30/7/2026).

Berkantor di Ruang Sultan Muda Sumsel Center lantai 4 Kantor OJK Sumsel, Herman Deru tetap menjalankan aktivitas pemerintahan sebagaimana biasa. Sejumlah dokumen dan agenda kerja dibawanya sebagai bentuk komitmen bahwa pelayanan pemerintahan tetap berjalan meski dilakukan di luar Kantor Gubernur.

“Hari ini saya berkantor di OJK Sumsel, di Ruangan Sultan Muda Sumsel Center lantai 4. Saya sudah membawa berkas-berkas yang akan saya kerjakan,” ujar Herman Deru.

Namun, kehadiran orang nomor satu di Sumsel itu bukan sekadar memindahkan lokasi bekerja. Langkah tersebut menjadi simbol penguatan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sumsel dengan OJK dalam memperluas akses keuangan, meningkatkan literasi finansial, sekaligus memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui Program Sultan Muda Sumsel.

Dalam kesempatan itu, Herman Deru mengungkapkan perkembangan Program Sultan Muda Sumsel yang terus menunjukkan tren positif. Hingga saat ini, jumlah peserta yang tergabung telah mencapai 10.951 Sultan Muda, setelah bertambah satu peserta pada hari yang sama.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang bergabung, tetapi juga dari sejauh mana para pelaku usaha muda mampu berkembang dan memperoleh pendampingan yang berkelanjutan.

“Kita tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi juga aksinya. Kita ingin mereka merasakan bahwa Pemprov Sumsel, OJK, sektor keuangan hingga lintas sektor benar-benar hadir mendampingi mereka, termasuk dalam distribusi, transportasi, dan berbagai kebutuhan lainnya,” katanya.

Deru menilai pembangunan ekonomi tidak dapat dipisahkan dari pembangunan infrastruktur. Keduanya harus berjalan beriringan agar mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Saya selalu sampaikan bahwa salah satu fokus kita adalah membangun ekonomi yang selaras dengan pembangunan infrastruktur untuk kesejahteraan masyarakat. Ini bukan sekadar tagline, tetapi kerja konkret yang harus terus kita kejar,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pemerintah memiliki target yang jelas dalam membangun daerah.

“Pemerintah harus punya obsesi, bukan sekadar cita-cita. Itu yang ingin saya dorong,” tegasnya.

Di sela agenda tersebut, Herman Deru juga makan siang bersama para peserta Program Sultan Muda Sumsel. Dalam suasana yang berlangsung santai, ia berdialog langsung dengan para pelaku usaha muda yang berasal dari berbagai sektor, mulai dari kuliner, perkebunan, pertanian, industri minyak, eksportir hingga sektor usaha lainnya.

Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan Arifin Susanto mengatakan kehadiran Gubernur berkantor di OJK merupakan bentuk nyata sinergi antara pemerintah daerah dan regulator jasa keuangan dalam memperluas akses keuangan bagi masyarakat.

“Ini bentuk kolaborasi yang nyata. Nanti beliau juga akan memberikan insight kepada Sultan Muda Sumsel,” kata Arifin.

Ia menjelaskan, berbagai program yang dijalankan OJK bersama Pemerintah Provinsi Sumsel mulai menunjukkan hasil yang positif. Saat ini, Sumatera Selatan berhasil masuk tiga besar nominasi Financial Literacy Award tingkat nasional.

Tak hanya itu, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Sumsel juga tengah mengikuti proses penilaian nasional yang melibatkan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, dan OJK.

“Insya Allah kami optimistis meraih hasil terbaik. Namun yang paling penting bukan semata-mata penghargaan nasional, melainkan karya nyata yang sudah dilakukan. Program Sultan Muda ini bahkan telah menjadi rujukan, dan beberapa provinsi sudah meminta izin untuk mengadopsi program yang sama,” ujar Arifin.

Kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan OJK tersebut diharapkan semakin memperkuat ekosistem pembiayaan, memperluas akses permodalan bagi pelaku usaha, serta melahirkan lebih banyak wirausaha muda yang mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan pendekatan yang mengedepankan pendampingan, akses keuangan, dan sinergi lintas sektor, Program Sultan Muda Sumsel kini tidak hanya menjadi program unggulan daerah, tetapi juga mulai dilirik sebagai model pengembangan kewirausahaan yang berpotensi direplikasi di berbagai provinsi di Indonesia. (yo)