Journalinti – Ketua Umum Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Alexsander, membeberkan tantangan terbesar yang dihadapi KAHMI di era digital saat memberikan sambutan usai pelantikan kepengurusan MD KAHMI OKI di Pendopo Rumah Dinas Bupati OKI, Sabtu (25/7/2026). Menurutnya, KAHMI harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai perjuangan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Alexsander menegaskan bahwa transformasi digital telah mengubah berbagai aspek kehidupan, mulai dari komunikasi, pendidikan, ekonomi, hingga tata kelola pemerintahan. Kondisi itu membuat kader dan alumni HMI dituntut memiliki kemampuan beradaptasi sekaligus meningkatkan kapasitas agar tetap relevan di tengah perubahan zaman.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi generasi saat ini berbeda dengan para pendahulu. Namun, semangat perjuangan HMI harus tetap menjadi landasan dalam menjalankan peran di tengah masyarakat.
“Kita sedang berada di era digital. Tantangan kita hari ini berbeda dengan tantangan yang dihadapi oleh para pendahulu kita. Namun, semangat perjuangannya tetap sama. Kita harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, menguasai teknologi, meningkatkan kapasitas dan kompetensi, tetapi tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, era digital tidak boleh hanya dipandang sebagai tantangan, tetapi juga sebagai peluang bagi KAHMI untuk memperluas kontribusi kepada masyarakat. Perkembangan teknologi, kata dia, dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan gagasan positif, membangun jejaring, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan di tengah masyarakat.
Ketum MD KAHMI OKI itu juga mengingatkan kembali sejarah panjang HMI yang telah melahirkan banyak kader dan alumni yang berkiprah di berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, politik, akademisi hingga dunia usaha. Karena itu, ia berharap semangat perjuangan dan nilai-nilai yang diwariskan HMI terus dijaga dan diaktualisasikan sesuai dengan tantangan zaman.
Selain itu, Alexsander menegaskan KAHMI harus mengambil peran strategis, bukan hanya menjadi wadah silaturahmi para alumni, tetapi juga menjadi kekuatan intelektual, sosial, dan moral yang mampu memberikan pemikiran konstruktif bagi pembangunan daerah.
“KAHMI harus hadir dan mengambil peran. Kita tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah perubahan zaman. KAHMI harus mampu menjadi bagian dari solusi, memberikan gagasan, pemikiran, dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Khususnya di Kabupaten Ogan Komering Ilir, kita ingin KAHMI menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan dan menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kepengurusan MD KAHMI OKI ke depan akan memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir, Forkopimda, organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, dunia pendidikan, dan berbagai elemen masyarakat lainnya. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci untuk menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
Sementara itu, Ketua Majelis Wilayah (MW) KAHMI Sumatera Selatan Joncik Muhammad berharap kepengurusan baru dapat menjalankan amanah organisasi dengan baik serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan kemajuan daerah.
Menurut Joncik, KAHMI memiliki potensi besar melalui para alumninya yang tersebar di berbagai bidang. Karena itu, sinergi dengan Pemerintah Kabupaten OKI dinilai penting untuk melahirkan gagasan, pemikiran, dan program yang berdampak bagi pembangunan serta kesejahteraan masyarakat.
“Selamat kepada Ketua Umum beserta seluruh jajaran pengurus MD KAHMI Ogan Komering Ilir yang telah dilantik. Saya menitipkan KAHMI OKI kepada Bupati Muchendi untuk dapat terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten OKI,” ujarnya.
“Saya berharap KAHMI dapat memberikan kontribusi pemikiran, gagasan, dan tenaga untuk kemajuan Kabupaten Ogan Komering Ilir,” harapnya. (*)







