Herman Deru Groundbreaking Flyover Batubara KM 111 Lahat: Soal Hati Nurani untuk Kenyamanan Rakyat

Journalinti – Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam membenahi carut-marut transportasi logistik di Bumi Sriwijaya. Dalam rangkaian agenda “Maraton Infrastruktur”, Gubernur melakukan groundbreaking pembangunan Jembatan Flyover KM 111 khusus batubara milik PT Serpo Lintas Raya di Kabupaten Lahat, Minggu (18/1).

Langkah ini dinilai sebagai tonggak sejarah baru dalam upaya pemerintah provinsi memisahkan jalur logistik industri dengan jalur aktivitas masyarakat, guna memastikan keselamatan pengguna jalan umum di lintas Lahat – Muara Enim.

Bukan Sekadar Teknis, Tapi Masalah Kemanusiaan

Dalam suasana penuh khidmat, Herman Deru menegaskan bahwa penataan jalur batubara tidak boleh hanya dilihat dari kacamata teknis dan bisnis semata. Baginya, pembangunan Flyover KM 111 adalah wujud pemenuhan hak masyarakat atas kenyamanan berkendara.

“Selama bertahun-tahun, masyarakat harus berbagi ruang dengan kendaraan besar bermuatan batubara di jalan umum. Ini bukan soal pemerintah kejam atau tidak terhadap industri, tapi ini soal hati nurani,” tegas Herman Deru dengan nada haru.

Pria yang akrab disapa HD ini menginginkan adanya harmonisasi antara pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan publik.

“Kita ingin semua nyaman; negara dapat devisanya, perusahaan dapat profitnya, dan rakyat dapat kenyamanan serta keamanannya,” tambahnya.

Apresiasi untuk Investasi Jalan Khusus

Eks Bupati OKU Timur dua periode ini memberikan apresiasi tinggi kepada PT Serpo Lintas Raya. Menurutnya, langkah perusahaan berinvestasi pada jalan khusus adalah cara yang elegan dalam menjalankan bisnis pertambangan.

Herman Deru menilai, industri sebagai penyumbang devisa negara sudah sepatutnya memiliki tanggung jawab moral untuk tidak mengorbankan hak publik. Flyover ini nantinya akan menjadi jalur “melayang” yang secara otomatis memutus titik persinggungan berbahaya antara armada batubara dengan kendaraan pribadi.

Spesifikasi Proyek Flyover KM 111

Direktur Utama PT Serpo Lintas Raya, Viktor, dalam laporannya memaparkan detail proyek ambisius yang akan menjadi urat nadi baru logistik batubara tersebut. Dengan panjang 370 Meter, lebar 11 meter serta target 12 bulan pengerjaan.

“Flyover ini adalah bentuk penyempurnaan jalur aktivitas pengangkutan kami. Kami menyadari adanya tantangan konstruksi seperti faktor cuaca, namun kami berkomitmen menyelesaikannya tepat waktu untuk mendukung program Bapak Gubernur,” ujar Viktor.

Kehadiran Flyover KM 111 ini diharapkan menjadi solusi permanen atas kemacetan yang sering terjadi di jalur lintas kabupaten, sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas akibat aktivitas pertambangan di wilayah Lahat. (vv)