Journalinti – Harga cabai merah keriting dan cabai burung di Palembang masih menyentuh Rp90 ribu per kilogram pada awal November 2026. Kenaikan ini terjadi di tengah terbatasnya pasokan, meningkatnya permintaan, serta banjir yang melanda sejumlah daerah penghasil cabai.
Kondisi tersebut ditemukan Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Daerah Sumatera Selatan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar KM 5 dan Superindo Jalan Basuki Rahmad, Palembang, Kamis (5/11/2026).
Sidak dipimpin Kasatgas Pangan Daerah Sumsel yang juga Dirreskrimsus Polda Sumsel, Kombes Pol Ronni Bonic SH SIK MH.
Di Pasar KM 5, tim memeriksa harga dan ketersediaan sejumlah bahan pokok penting (Bapokting), mulai dari beras, minyak goreng, telur, daging sapi, ayam potong hingga aneka cabai.
Hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar komoditas masih tersedia dengan harga relatif stabil. Namun, harga cabai menjadi perhatian karena berada di level Rp90 ribu per kilogram untuk cabai merah keriting dan cabai burung. Sementara cabai hijau mencapai Rp70 ribu per kilogram.
Komoditas lainnya terpantau dengan harga ayam potong Rp35 ribu per kilogram, daging sapi Rp160 ribu per kilogram, telur Rp25 ribu per kilogram, serta bawang merah dan bawang putih masing-masing Rp35 ribu per kilogram.
Pengecekan kemudian dilanjutkan ke Superindo di Jalan Basuki Rahmad. Di lokasi tersebut, tim menemukan pembatasan pembelian beras maksimal satu kampil ukuran lima kilogram untuk setiap konsumen per hari.
Meski demikian, secara umum stok dan harga bahan pokok di pasar tradisional maupun retail modern masih terkendali.
“Secara keseluruhan hasil pantauan kita tadi untuk ketersediaan Bapokting masih aman. Harganya masih relatif stabil serta tidak ditemukan adanya penyimpangan, baik dari sisi harga maupun pendistribusiannya,” kata Ronni Bonic.
Ia menegaskan, sidak bersama Satgas Pangan dilakukan untuk memastikan tidak ada praktik kecurangan dalam perdagangan maupun distribusi bahan pokok.
Sementara itu, Pemimpin Wilayah Bulog Sumsel Babel, Ikhsan, memastikan persediaan beras masih mencukupi. Stok beras Bulog saat ini mencapai 87 ribu ton.
Setelah dikurangi kebutuhan penyaluran BPMT periode Oktober hingga Desember, persediaan diperkirakan masih tersisa sekitar 50 ribu ton. Jumlah tersebut diproyeksikan mencukupi kebutuhan hingga Mei 2027.
“Untuk stok beras kita saat ini sebanyak 87 ribu ton dan apabila dikurangi nantinya dengan BPMT Oktober sampai Desember masih tersisa sekitar 50 ribu ton. Cukup sampai dengan Mei 2027 mendatang,”jelas Ikhsan.
Bulog juga memperkirakan stok akan bertambah seiring rencana panen pada akhir Februari hingga awal Maret 2027.
Untuk menjaga harga beras tetap terkendali, Bulog akan melanjutkan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke pasaran.
Sidak tersebut turut dihadiri Kasubdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Sumsel AKBP Khoiril Akbar, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel, serta Kabid Luar Negeri Dinas Perdagangan Sumsel, Ika Oktavianti. (v)
