Ekonomi Sumsel Tumbuh 5,06 Persen, Kabut Asap Dongkrak Aktivitas Kesehatan dan Telekomunikasi

Journalinti – Ekonomi Sumatera Selatan tumbuh 5,06 persen pada triwulan III-2026. Di tengah pertumbuhan tersebut, kabut asap yang melanda sejumlah wilayah Sumsel ikut mendorong kenaikan aktivitas sektor kesehatan dan telekomunikasi.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, Moh Wahyu Yulianto, mengatakan pertumbuhan ekonomi daerah masih ditopang kinerja positif hampir seluruh lapangan usaha. Tiga sektor utama, yakni pertanian, pertambangan, dan industri pengolahan, masih menjadi penyangga ekonomi Sumsel.

“Alhamdulillah, terlihat dorongan terkuatnya ini hampir seluruh lapangan usaha mengalami pertumbuhan yang positif. Tiga sektor utama yang memberikan ekonomi tinggi, pertanian, pertambangan dan industri pengolahan, ini masih tetap tumbuh,” kata Wahyu saat menyampaikan perkembangan ekonomi Sumsel, Kamis (5/11/2026).

Menurut Wahyu, pertumbuhan ketiga sektor tersebut berpengaruh besar terhadap capaian ekonomi secara keseluruhan.

“Kalau kita jaga tiga sektor itu saja, kalau bisa tumbuh, artinya bisa mendorong akumulasi pertumbuhan ekonomi secara umum. Dan kita lihat tumbuhnya cukup tinggi ini, ” ujarnya.

Berdasarkan data BPS, pertumbuhan tertinggi dari sisi produksi justru dicatatkan lapangan usaha jasa kesehatan, yakni 11,68 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah tumbuh paling tinggi sebesar 12,39 persen.

Wahyu menjelaskan, tingginya pertumbuhan jasa kesehatan berkaitan dengan kabut asap yang terjadi selama triwulan III. Kondisi tersebut membuat jumlah masyarakat yang mendatangi rumah sakit untuk berobat meningkat.

“Kalau kita lihat di catatan-catatan peristiwanya, jasa kesehatan di triwulan III karena kabut asap, banyak pasien ke rumah sakit berobat dan aktivitas kesehatan di rumah sakit meningkat, ” jelasnya.

Dampak kabut asap juga terlihat pada sektor telekomunikasi. Pemberlakuan pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk mengantisipasi paparan asap membuat penggunaan layanan komunikasi, termasuk pulsa dan internet, meningkat.

“Kemudian di sisi komunikasi, kemarin karena kabut asap ada kebijakan pemberlakuan belajar jarak jauh sehingga peningkatan penggunaan pulsa. Komponen itu yang memberikan dorongan pertumbuhan yang tinggi juga,” katanya.

Secara kuartalan, ekonomi Sumsel tumbuh 2,11 persen dibandingkan triwulan II-2026. Adapun secara kumulatif hingga triwulan III, pertumbuhannya mencapai 5,20 persen.

BPS mencatat nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumsel atas dasar harga berlaku mencapai Rp206,24 triliun. Sedangkan atas dasar harga konstan 2010 tercatat Rp107,66 triliun. (**)